KONVENSI NASIONAL AKUNTANSI
Pertama kali diselenggarakan di Surabaya pada tahun 1989, Konvensi Nasional Akuntansi (KNA) telah diadakan sebanyak lima kali di lima kota besar Indonesia dan telah dihadiri oleh ribuan akuntan dari berbagai daerah di Indonesia (lihat tabel). Sebagai salah satu kegiatan pertemuan terbesar, KNA selalu melibatkan akuntan dari berbagai bidang, yaitu dari akuntan publik, akuntan manajemen, akuntan pemerintahan, akuntan pendidik, maupun kalangan non akuntan lainnya. Sampai saat ini KNA diadakan dengan tujuan utama untuk membangun komitmen bersama khususnya dalam hal peningkatan citra profesi, respon terhadap berbagai perubahan lingkungan, maupun ikut memikirkan dan menjadi bagian dari solusi untuk menjawab permasalahan bangsa, khususnya dalam hal akutanbilitas dan bagian dari pendukung terciptanya good corporate governance.
Guna mencapai tujuan tersebut, maka isu-isu yang dibahas diantaranya berkaitan dengan isu independensi akuntan (publik), isu konvergensi ke standar akuntansi internasional (International Accounting Standard), isu peningkatan kompetensi dan citra dalam menghadapi persaingan dengan akuntan asing (akuntan dari Australia, Filipina, India, dll), isu good corporate governance, isu lingkungan hidup, isu teknologi, isu kurikulum akuntansi yang mengacu pada International Education Standard (IES), maupun isu peran akuntan dalam meningkatkan akuntabilitas pemerintah. Selain membahas berbagai isu seputar profesi, pertemuan ini juga menjadi ajang pertukaran informasi terkini dan silaturahmi diantara sesama profesi akuntan.
PENYELENGGARAAN KONVENSI NASIONAL AKUNTANSI

Tahun 2008, dunia dihadapi oleh krisis keuangan. Indonesia sebagai negara dengan sistem perekonomian terbuka tentu tidak lepas dari dampak krisis tersebut. Menghadapi fenomena ini, akuntan sebagai profesi yang berperan dalam kemajuan perekonomian suatu negara perlu menetapkan sikap dan agenda tindakan peran akuntan di saat krisis terjadi maupun setelah krisis berlalu.
Diadakan di Bandung, Konvensi Nasional Akuntan VI yang mengambil tema “Peran Akuntan Dalam Penataan Ulang Sistem Finansial Global Pascakrisis” diharapkan dapat menghasilkan dan membangun komitmen bersama agar akuntan dapat berperan aktif dalam mencegah timbulnya krisis serupa di masa mendatang.
|